Sendangagung Berulang Tahun ke-70 Tahun

Makna hari ulang tahun

Sudah marak kalau tidak bisa disebut latah, perayaan hari lahir, hari jadi, hari ulang tahun, baik pribadi, badan/instansi swasta maupun pemerintah, di dalam masyarakat Jawa dan atau pedesaan dulu jarang dikenal. Yang diperingati adalah hari dan pasaran kelahiran, dengan dibuatkan among-among berupa nasi dengan “gudhangan” dan lauk pauk sesuai dengan tingkat perekonomian keluarga.

Tampaknya ini mulai bergeser ke hari lahir menurut kalender Masehi. Namun apapun dan kapanpun serta dengan dasar perhitungan manapun, ada beberapa makna yang bisa ditarik dari peristiwa hari kelahiran.

  1. Peringatan yang bersifat ke dalam,yang berupa refleksi, evaluasi kesadaran atas jati diri dan eksistensi pribadi sebagai individu yang merupakan bagian integral dari masyarakat manusia. Masyarakat jaman dulu tampaknya hal ini yang dikedepankan, terlihat dari formulasi perayaan, berupa menyediakan sesaji sekadarnya, minuman empat pacam; putih-hitam-merah-kuning sebagai lambang 4 nafsu menurut falsafah Jawa ; mutmainah-aluamah-amarah-supiyah. Sesaji harus “dipasrahke” sebagai ungkapan kesatuan manusia makhluk individu dan sosial, agar yang dirayakan hari kelahirannya mampu mengendalikan keempat nafsu tersebut.
  2. Perayaan hari jadi mengandung maksud sebagai evaluasi suatu langkah dengan penuh perjuangan di dalam menata hidupnya, sehingga secara factual dan kasat mata ingin melihat tingkat kemajuan yang relatif bisa terukur. Ada unsur historis yang mau dkenang, dipelajari, untuk melanjutkan langkah ke depan yang lebih baik.

Sepeda Sehat

Sendangagung di usia 70 tahun

Sendangagung adalah sebuah nama Desa, dulu disebut Kalurahan, sekarang disebut desa untuk membedakan Kalurahan di kota dan kalurahan di Kabupaten. Desa Sendangagug termasuk wilayah Kacamatan Minggir, Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini terdiri dari 15 dusun, terletak di tepian Kali Progo, dengan view Pegunungan Menoreh, berbatasan dengan Kabupaten Kulonprogo, yang dihubungan dengan jembatan Kebonagung.

Tanggal 19 April 1948, dengan MAKLUMAT PEMERINTAH DAERAH ISTIMEWA NEGARA INDONESIA YOGYAKARTA (Kasultanan dan Pakualaman) nomor 5 tanggal 19 April tahun 1948 tentang hal perubahan daerah-daerah Kelurahan dan nama-namanya.

Pasal 1 huruf a. Kabupaten Sleman dulu dibagi menjadi 262 Kelurahan menjadi 86 kelurahan. Pasal 2 berbunyi: Kelurahan dan nama-namanya baru dimuat dalam daftar yang disertakan pada Maklumat ini. Daftar yang disertakan halaman 6 tertulis nomor baru ; 29 Kelurahan Sendangagung, yang semula terdiri dari Kelurahan Minggir (no. 227), Kelurahan Nanggulan (no. 231) dan kelurahan Kliran (no. 228).

Maklumat ini ditandatanani Sri Sultan Hamengku Buwono IX, diumumkan pada hari dan tanggal tersebut oleh Sekretaris Dewan Pemerintah, Wiroho. (SendangagungGumregah, Sejarah berdirinya Desa Sendangagung, 2017).

Geliat Sendangagung dalam memperingtai hari lahirnya, dalam mencoba memaknainya yang dilakukan oleh lapisan masyarakat Sedangagung bersama dengan pemerintah desa. Ada beberapa kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Desa Sendangagung bersama dengan masyarakat. Pemdes bersama masyarakat Sendangagung akan menggelar Seni Kethoprak yang direncanakan tanggal 22 April 2018 malam hari sebagai puncaknya yang dengan didahului sepeda gembira di pagi hari.

Kegiatan lain adalah lomba kebersihan antar dusun, yang diselenggarakan antara tanggal 19 s.d. 22 April 2018.Sendangagung adalah desa yang kaya tradisi dan budaya, bahkan Sendangagung yang sudah berpredikat Desa Budaya lengkap dengan Ketua dan Pengurus Desa Budaya pasti akan meriah. Ayo buktikan!!!

Gebyar Seni Beteng

Dusun Minggir 3 yang terletak di bagian utara Desa Sendangagung akan mengadakan Gebyar Seni Mbeteng, yang akan diadakan mulai tanggal 18 s.d. 30 Juni 2018, bertepaan dengan liburan Lebaran. Namun jauh sebelum itu, yakni tgl 22 April 2018 sekitar jam 10.00, akan diadakan acara tradisi “wiwit”, yang berarti mulai.

Ritual ini dulu diadakan oleh kaum tani menjelang panen padi. Pada intinya, sebelum dirinya menikmati hasil panen, menucapkan syukur kepada Tuhan atas panenannya, digambarkan sebagai Dewi Sri yang memberi dan memelihara tanaman padi, dengan segala energi yang tidak kelihatan.

Ritual wiwit ini seagai palaksana dusun Babadan 4, yang dikawal satu bregada (brigade) Kyai Kelir dari dusun Kliran 9. Acara ini dimeriahkan dengan iringan musik gamelan Jawa dari Sanggar Seni Dososumarjo Minggir 3, yang diketuai oleh Drs. Antonius Heriyanto. Rangkaian acara ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Gebyar seni mbeteng

Yang menarik di dalam rangkaian acara itu akan diadakan sarasehan, sehubungan sejarah Makam Beteng (masyarakat mengucapkannya Mbeteng). Sarasehan akan mencoba menggali dan memaknai sejarah makam itu, yang konon merupakan peninggalan bekas benteng tentara Belanda dalam menghadapi Perang Jawa atau Perang Diponegoro.

Sarasehan akan mengundang bapak Dr. Anton Haryono pakar Sejarah, staf pengajar yang juga Ketua LPPM (Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat) Universitas Sanata Dharma sebagai pembicara, dibantu bapak Galuh Febri Putra, Spd, MA., agar ada pelurusan sejarah, membersihkan fakta sejarah yang tercampur dengan mitos.

Disamping sarasehan banyak acara yang menarik seperti tertulis di dalam lembar brosur berikut. Para pandemen seni budaya masa lalu lengkap dengan kuliner tempo doeloe sayang kalau tidak menghadirinya!

Panitia Gebyar Seni Mbeteng Karang Taruna dhusun Minggir, yang didukung sepenuhnya oleh para sesepuh dan pamong dhusun, melalui rembug dusun. Ganjar Widodo, Ketua Panitia mengatakan bahwa tujuan Gebyar Seni Mbeteng, disamping ikut menyambut hari jadi Sendangagung yang ke-70, juga untuk “memule” leluhur yang sudah almarhum dan dimakamkan di pemakaman Mbeteng.

Mbeteng berasal dari kata beteng, sebagai peninggalan lama, masih kata Ganjar widodo, diharapkan di masadepan bisa menjadi salah satu destinasi wisata di dusun Minggir, mengingat letaknya yang sangat strategis, menghadap view ke arah barat bisa melihat Kali Progo dengan latar belakang Pegunungan Menoreh yang membujur dari utara ke selatan. Waktunya kebetulan bertepatan dengan libur Lebaran, diharapkan cara ini menjadi ajang silaturahmi.

Yayasan Sendangagung Gumregah (SAG)

Ulang tahun Sendangagung

Keberadaan SAG dimulai dengan gelar seni Sendangagung tanggal 9-10 Juli 2016.

SAG merupakan kristalisasi warga Sendangagung yang masih tinggal di kampung halaman, dengan warga Sendangagung yang ada di perantauan, baik yang masih berstatus atau ber-KTP Sendangagung maupun yang sudah bukan warga Sendangagung.

Semua memiliki keterikatan emosional dengan desa kelahiran. Gelar seni kala itu diberi thema Rembug Agung Sendangagung, dengan salah satu keputusannya SAG diteruskan keberadannya, dengan agenda pertama menyusun buku Sejarah Desa Sendangagung.

Sendangagung gumregah

Agar SAG independen dan tidak di bawah pengaruh siapapun, maka para pelopor SAG sepakat mendirikan suatu Yayasan Sendangagung Gumregah, disingkat SAG, di hadapan Notaris Purnomo Widiyantoro, SH., notaris di Yogyakarta, dengan Akta Pendirian Yayasan nomor 26, tanggal 29 Nopember 2016, yang diketuai oleh Drs. Antonius Suparnjo.

Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha SAG, tercantum di dalam Akta Pendirian pasal 2 halaman 2-3, yang mengatakan; Yayasan mempunyai maksud dan tujuan bergerak dalam bidang sosial ekonomi, bidang kemanusiaan dan bidang keagamaan.

SAG berbadan hukum dan merupakan lembaga non profit, bukan untuk mencari keuntungan, tetapi lebih kepada mengambil bagian di dalam derap langkah masyarakat Sendangagung, meskipun sebagian personil sudah bukan warga dan tidak bertempat tinggal di Sendangagung.

Salah satu yang dihasilkan adalah buku Sendangagung Gumregah, Sejarah berdirinya Desa Sendangagung, yang merupakan karya Tim, para putra-putri asli Sendangagung, bukti hasil karya SAG, meskipun masih terdapat banyak kekurangan. Sayang buku masih bertumpuk teronggok kurang mendapat respons.

Lapangan Sendangagung

SAG dengan sekuat tenaga mencoba merealisasikan maksud dan tujuan keberadaannya. Salah satu yang akan direalisir dalam tahun 2018 adalah penataan lapangan Sendangagung berupa jogging track keliling lapangan.

SAG berusaha tidak menambah beban masyarakat dengan mengedarkan serkulier, meminta dana untuk merealisasikan penataan lapangan Sendangagung. Dengan kesadaran, kadang-kadang di luar kemampuan, SAG mencoba mencari jalan bagaimana dana bisa terlkumpul, agar SAG bukan seperti SAPI OMPONG, seperti beberapa suara terdengar.

Syukur kepada Tuhan, sesudah melalui proses yang relatif panjang, akhirnya dana siap, gambar siap, rencana pembangunan siap dilaksanakan sekitar akhir Juni/awal Juli 2018, sesudah Lebaran tahun 2018, yang akan didahului dengan sosialisasi di depan masyarakat tanggal 12 Mei 2018.

Jogging track sendangagung
GAMBAR RENCANA JOGGING TRACK SENDANGAGUNG

Dari mana terkumpulnya dana? Dari warga Sendangagung yang peduli yang mencoba mengerti yang mau berbagi, bahkan tetap mau berbagi didalam segala kekurangan dan kelemahannya. Yang berbagi bukan semua warga berkelebihan. Mungkin paling tepat kelebihan “murah hati”.

Event pembangunan jogging track lapangan Sendangagung bertepatan dengan momentum bersejarah, peringatan hari lahir Sendangagung yang ke-70. Lapangan Sendangagung adalah wajah Sendangagung, yang sekaligus ibukota Kecamatan Minggir. Berita jalan lingkar DIY yang akan dibangun memperkuat motivasi SAG untuk mencoba ambil bagian meski kecil mempercantik wajah desa Sendangagung.

Cukupkah dana itu?

Tidak pernah ada kata cukup dan selesai dalam perjalanan membentuk diri yang lebih baik. Proses membentuk dan pembentukan diri Sendangagung oleh dan untuk Sendangagung akan terus berproses, berkesinambungan, kalau bisa bahkan patah tumbuh hilang berganti.

Apa artinya memulai tanpa berkelanjutan? Banyak orang bisa mulai, tetapi tidak begitu mudah untuk melanjutkan dan berkelanjutan bahkan untuk generasi berikutnya. Berbahagialah banyak warga Sendangagung dari segala penjuru telah ambil bagian di dalam pembangunan jooging track ini, sebagai langkah penataan tahap pertama. Tahap berikutnya akan diusahakan, meskipun SAG belum berani menentukan bentuk dan waktunya.

Jogging track sendangagung
INFORMASI RENCANA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JOGGING TRACK

SAG mengambil keputusan untuk menghimpun dana bukan dengan serkuler, bukan dengan tenongan, bukan dengan paksaan, tetapi dengan gelar dan langkah nyata, bahwa penataan lapangan sungguh dimulai, konkrit dan nyata! SAG mengucapkan banyak terima kasih kepada yang telah berkenan mengulurkan bantuan dalam bentuk apapun, dana, sarana, fasilitas, pemikiran, tenaga, usul saran, tanggapan, yang sungguh tidak terhitung kalau dirupiahkan.

Bagi yang tidak atau lebih baik dikatakan belum, kami sangat mengerti. Hormat dan terima kasih kami SAG tidak membedakan kepada mereka yang sudah dan akan mendukung dalama bentuk apapun. Bagimanapun, uluran bantuan dalam segala bentuk, SAG tetap terbuka untuk menerimanya, termasuk kritik dan saran! Apa yang dilakukan SAG hanya ini harapannya:

bapa truka : bapak memulai
anak nampa : anak mewarisi
putu nemu : cucu menemukan
buyut nunut : cicit mengikuti
canggah munggah : canggah naik derajatnya
warèngènthèng : warèng ringan menjalaninya
( Hari Wijaya M., 2013)

Sendangagung is Our Lovely Village! Dirgahayu Sendangagung!
Kenangan di tahun ke-70 Desa Sendangagung,
Sorblimbing, 12 April 2018
Antonius Suparnjo / Mas Manyo
Mantan warga Pojok 5 Sendangagung th 1951-1970

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *