Seminar IT, Ethic dan Cyber Law V bareng BSI, FAI dan POLDA DIY

Seminar IT, Ethic dan Cyber Law dalam rangka sosialisasi dan penanggulangan pemanfaatan media sosial untuk menyebar hoax, black campaign (kampanye hitam) dan pencegahan korupsi sukses terselenggara di ballroom hotel Grand Sarila jalan Magelang Yogyakarta pada tanggal 25 April 2018 dengan diikuti oleh puluhan peserta dari beragam latar belakang.

seminar BSI

Dilatarbelakangi perkembangan pengguna Sosial media yang luar biasa pesat saat ini, mengundang keprihatinan berbagai pihak dan kalangan terutama BSI dan Forum Akademisi Indonesia serta POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berkontribusi turut serta berpartisipasi dalam rangka mencegah penggunaan media sosial sebagai alat kampanye hitam dan penyebaran hoax.

BSI (Bina Sarana Informatika) bersama Forum Akademisi Indonesia (FAI) dan Polda DIY sebagai penyelengara seminar, mendatangkan beberapa narasumber yang kompeten dan menguasai bidangnya. Sehingga walaupun seminar ini dirasa singkat, namun terasa berbobot. Seminar nasional ini diselenggarakan secara rutin oleh BSI, dan saat ini sudah yang ke-5.

Seminar IT, Ethic dan Cyber Law V yang mengambil tema “Kekuatan media sosial dalam pemberantasan korupsi dan cegah black campaign jelang pemilu” ini dimulai kurang lebih pukul 08.30 dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Disambung dengan tarian daerah dari mahasiswi BSI.

Dalam sambutannya ketua Indra C Uno Ketua Forum Akademisi Indonesia mengatakan tentang adanya black campaign (kampanye hitam) saat Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur DKI lalu. Kebetulan Indra C Uno adalah kakak dari Wagub DKI terpilih. Sehingga Harapannya untuk ke depan tidak akan ada lagi black campaign di negeri ini.

indra uno

KAPOLDA DIY yang dalam kesempatan ini berhalangan hadir diwakili oleh Wakapolda DIY KOMBES POL Drs. TEGUH SARWONO, M.Si. Wakapolda membacakan sambutan KAPOLDA yang intinya sangat mendukung kegiatan ini karena sangat penting untuk memberikan wawasan kepada generasi muda untuk tahu dan paham akan bahayanya HOAX dan Black Campaign dalam masyarakat, kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wakapolda DIY

Tiga narasumber utama dalam seminar ini adalah Kombes Pol Drs. Gatot Agus Budi Utomo (ditreskrimsus POLDA DIY), Sudirman Said, MBA (Mantan Menteri ESDM 2016), dan Dr. H Abdullah Hehamahua, SH (Mantan penasehat KPK) mengupas satu persatu permasalahan hoax, black campain dan korupsi, masing-masing dari sudut pandang dan kompetensi nya masing-masing.

Seminar IT, Ethic dan Cyber Law V kali ini dimoderatori oleh Wakil Direktur BSI Dr. Mochammad Wahyudi, MM, M.Kom, MPd, CEG, CHFL.

Kombes Gatot Agus Budi Utomo yang juga pakar di bidang Cyber Crime pada kesempatan sesi pertama mengatakan, bahwa kita sebagai bagian dari masyarakat dikala memperoleh informasi dari media sosial, sebaiknya tidak langsung percaya dan langsung menyebarkan kembali. Tetapi  sebaiknya dilakukan cross check tentang kebenaran informasi yang didapat tersebut. Paling mudah dengan menelusurinya dengan menggunakan mesin pencari sejuta umat Google dan membandingkannya dengan situs-situs media mainstream Nasional terpercaya.

kombes gatot

Dikatakannya pula bahwa ternyata media sosial tidak boleh dipandang remeh karena selain bisa digunakan untuk penyebaran hoax dan black campaign, tapi ternyata juga mampu untuk membantu pemberantasan korupsi, dan melancarkan PILKADA 2018 dan diharapkan juga pada PILPRES 2019.

Sudirman Said, MBA pada sesi berikutnya mengungkapkan tentang maraknya kasus korupsi yang berhasil diungkap. Yang lebih menyedihkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 476 pejabat dan 98 kepala daerah yang sudah diproses secara hukum karena laporan masyarakat yang melihat kejanggalan-kejanggalan. ini salah satu kekuatan media sosial bisa menjadi salah satu alat untuk pemberantasan korupsi.

Sesi terakhir dibawakan oleh Dr. H. Abdullah Hehamahua, SH, MM yang merupakan mantan penasehat KPK ini mengatakan bahwa salah satu extraordinary crime atau kejahatan luar biasa adalah korupsi. Karena efeknya global dan menggerogoti negara dari dalam dan akhirnya ambruk.

Abdullah Hehamahua

Korupsi sudah sangat kuat bercokol di masyarakat, sehingga susah untuk mencabutnya. Namun tetap dapat dihilangkan dengan memulainya saat ini juga dari diri sendiri, lingkungan terdekat seperti keluarga dan tetangga sekitar.  Mantan penasehat KPK yang masih aktif dan terjun langsung dalam pemberantasan korupsi ini juga diberi kesempatan untuk bedah buku dengan judul Jihad Memberantas Korupsi yang merupakan buah pikiran dan pengalamannya sendiri.

Sesi tanya jawab pun tidak kalah seru dengan sesi sebelumnya. Antusiasme para peserta seminar sangat terasa di sesi ini. Mulai dari akademisi, blogger, media sampai pelajar sma/smk aktif bertanya dan berpendapat.

Seminar IT BSI, black campaign, hoax

Sampai akhirnya kegiatan usai, dengan kesan mendalam dalam benak masing-masing peserta serta wawasan yang semakin luas tentang Hoax, black campaign dan korupsi. Semoga dengan semakin banyaknya generasi Muda Indonesia yang paham akan bahayanya, akan semakin mempersempit ruang gerak para pelaku tindakan hoax, black campaig dan korupsi sehingga Indonesia semakin mampu memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *