Prinsip animasi Timing – Lebih lanjut 12 Prinsip Animasi

Mengetahui Prinsip Animasi Timing (Timing and Spacing)

Dari artikel terdahulu saya menjelaskan tentang 12 prinsip animasi. 12 Prinsip animasi ini merupakan merupakan pegangan atau pengetahuan dasar animasi bagi seorang animator untuk membuat animasi yang natural. Saya akan membahas satu per satu 12 prinsip animasi ini mulai dari Prinsip animasi Timing.

Baca Juga : 12 Prinsip Animasi

Prinsip animasi Timing bagi seorang animator pemula, dirasa tidak mudah. Karena selain harus mengamati gerakan-gerakan animasi yang akan dibuat berdasarkan gerakan keseharian, juga akan lebih banyak melibatkan “rasa”. Ada sebagian animator yang menggunakan istilah prinsip animasi timing dengan Timing dan spacing.

Prinsip Animasi Timing  akan menentukan sebuah gerakan. Gerakan ini terlihat alami atau tidak alami tergantung penerapan dan kepekaan seorang animator. Prinsip ini adalah yang paling banyak di gunakan di dalam pembuatan gerakan animasi

Penerapan prinsip animasi Timing misalkan gerakan berjalan, berlari, memukul, bola memantul dan sebagainya. Prinsip Animasi Timing lebih kepada sinkronisasi antara elemen-elemen animasi.

Penerapan timing dalam animasi memaksa animator untuk memperhatkan dan menentukan banyaknya gambar atau frame yang harus dibuat antara pose satu dengan pose berikutnya. Gambar antara dua pose ini ssering disebut dengan in-between.

Pengaturan atau pemilihan jumlah gambar atau frame ini juga harus memperhatkan Frame Per Second (fps) yang digunakan. Untuk membuat gerakan cepat, diperlukan gambar antara satu frame dan frame yang lain lebih jauh. Sedangkan animasi gerakan lambat, jumlah gambar semakin berdekatan. timing chart yang pas akan merepresentasikan persepsi dari action yang pas pula.

Animasi bola memantul merupakan animasi sederhana yang bisa dijadikan contoh sebagai cara paling gampang untuk memahami pengertian timing and spacing.

Sebuah bola bergerak memantul dengan waktu dan jarak antar frame yang sama, bola berkesan hanya bergerak naik-turun saja dan gravitasi seolah tidak mempengaruhinya. Hal ini tentu mempengaruhi kualitas animasi yang dibuat.

Contoh gerakan bola mantul tanpa memperhatikan timing :

prinsip animasi timing

Animasi bola akan terlihat melaju dengan kecepatan yang sama mulai dari bola di tanah, diatas sampai kembali ke tanah lagi. Gerakan animasinya terlihat tidak natural.

Berbeda dengan contoh berikut :

prinisp animasi timing

Karena gambar bola diatur dengan jarak yang berbeda, maka gerakan bola akan terkesan lebih berat saat jatuh. bukankah karena gravitasi, saat kita jatuh akan semakin cepat ?
Dan ketika bola naik (frame lebih banyak), saat mencapai puncak bola akan semakin melambat karena akan berbalik arah ke bawah.

Prinsipnya, semakin banyak frame (gambar) animasi akan terkesan bergerak semakin lambat. Sedangkan semakin sedikit frame, animasi terkesan bergerak semakin cepat.

Chart untuk membantu animator pada  penerapan Timing (Timing dan Spacing)
Untuk mempermudah dan membantu para animator menerapkan animasi timing, dapat digunakan alat bantu yang disebut Chart. Alat ini merupakan bagian penting untuk membantu menentukan timing dan spacing pada object, sehingga untuk proses penganimasian jadi lebih mudah. Sehingga hasil akhir animasi akan kelihatan Natural dan hidup.
Untuk Chart, tunggu artikel berikutnya ya.
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *