Lengang nya jalanan Yogya di awal puasa

Beberapa hari yang lalu, bersama keluarga kami jalan jalan ke malioboro. Sepanjang perjalanan saya heran, kenapa jalan-jalan sepanjang Jl Yogya-Solo (bandara), Jl. Adisucipto, Jl. Mangkubumi dan Malioboro terkesan lebih lengang dan tidak semrawut seperti biasanya ? Apakah ada hubungannya dengan awal puasa ?

Padahal seminggu yang lalu, macetnya masih minta ampun. Dari rumah saya sampai Malioboro butuh perjuangan dan waktu lama untuk sampai. Mulai dari daerah Bandara Adisucipto kemacetan pasti  sudah sangat terasa dan bikin pusing. Tapi kali ini….wus..wus..lancaaar.  Setahu saya Yogyakarta masuk urutan 4 kota-kota di Indonesia dengan tingkat kemacetan tinggi.

awal puasa malioboro lengang
image by : http://www.yogya-backpacker.com

Penasaran dengan keadaan Yogya yang lengang dan “tidak biasa” ini, sayapun mulai gerilya mencari orang yang bisa saya tanya (sekali-sekali lah jadi detektif..hehe). Korban pertama seorang ibu pedangang kaki lima di sepanjang malioboro. Beliau mengatakan dan mengiyakan bahwa sejak awal puasa pengunjung di kawasan ini terasa drop. Ini tentu saja berimbas pada turunnya pendapatan jualannya.

Masih kepo, sayapun cari lagi orang yang saya mau tanya. Pandangan saya tertuju pada seorang Satpam di Malioboro Mall. Jawabannya pun tidak jauh beda dengan jawaban ibu-ibu pedagang kaki lima barusan.

Driver Ojek Online Grab maupun Gojek pun tidak luput dari incaran saya. Saat itu mereka terlihat berkumpul dan duduk-duduk santai menunggu order datang dengan sesekali terlihat bercanda bersama sesama driver.

Saat saya berjalan menghampiri mereka, para driver ini kelihatan tidak terlalu peduli. Yah..mereka kan ojek online yang dapat ordernya lewat aplikasi. Tentu saja tidak sama dengan opang (ojek pangkalan) yang harus mengejar calon penumpang untuk dapat order.

Saat saya bertanya kepada saudara-saudara para driver Grab dan Gojeg ini, “lancar orderannya mas pak ??” setengah berbarengan mereka langsung menjawab “sepiiii pak….”. Lalu jam-jam berapa ramainya ? bagaimana dengan order foodnya menjelang buka puasa ?

Masih juga dengan jawaban sama bahwa selama beberapa hari ini, sejak awal puasa orderan mereka sepi. Bahkan ada yang berangkat kerja mulai pagi sampai hampir tengah malam baru dapat 3-5 orderan.

Penasaran saya masih belum terjawab. Bagaimana situasi awal puasa dapat berdampak dengan sepinya kota, bahkan menyebabkan turunnya penghasilan dan omset para pedagang dan driver online.

Singkat cerita, setelah puas jalan-jalan di Malioboro, sayapun berombongan bersama keluarga pulang kerumah. Di kepala saya masih ada pertanyaan tentang lengang nya Yogya.

Sore hari di depan rumah tidak sengaja saya ketemu dengan seorang ibu tetangga sebelah rumah yang menenteng tas penuh dengan belanjaan. Saya tanya kok belanjaannya banyak sekali, sambil tersenyum ibu tadi menjawab bahwa belanjaan ini adalah stok untuk beberapa hari selama bulan puasa. Karena banyak warung tutup….nah lho..?

Makin bertambah isi kepala ini dengan pertanyaan-pertanyaan. Apalagi ditambah ibu tadi bicara tentang warung banyak yang tutup. Saya merasa gagal jadi detektif…wkwkwk.
Kira-kira kenapa ya, ada hubungan apa awal puasa dengan lengang nya yogya dan warung tutup ? Ada yang bisa menjelaskan ???

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *