Borobudur International Conference (BIC) 2018 untuk Perdamaian Dunia

Borobudur International Conference (BIC) 2018 telah sukses terselenggara pada hari  Jumat, 4 mei 2018 di Hotel Manohara taman lumbini kawasan Taman Wisata Candi Borobudur. BIC kali ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya setelah BIC tahun 2016 dan 2017.

Ricky SP Siahaan, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Mengatakan bahwa Borobudur International Conference (BIC) yang ketiga ini sangatlah penting dalam menanggapi isu-isu intoleransi di dunia terutama di dalam negeri yang saat ini sedang menghangat.

Menjadi sangat penting karena para tokoh Agama dan budaya dari berbagai penjuru negeri bahkan dari luar negeri hadir untuk berbagi wawasan dan pandangannya, berdialog kembali terutama Borobudur yang telah menjadi inspirasi untuk memastikan terwarisinya nilai-nilai kemanusiaan, dalam mencapai kedamaian dan kehidupan yang harmonis di setiap lapisan masyarakat Indonesia.

Borobudur International Conference

Menurut panitia penyelenggara, diharapkan melalui ajang Borobudur International Conference (BIC) ini, dapat lebih mengangkat Borobudur tidak hanya sekedar bangunan yang perlu dilestarikan namun lebih kepada “beyond borobudur” sebagai sumber inspirasi dalam menggali dan mengingatkan kembali akan nilai kemanusiaan dan keberadaban, yang akhirnya mampu mewujudkan perdamaian dunia dalam rangka kesejahteraan umat manusia di seluruh muka bumi.

Borobudur International Conference (BIC) tahun ini menghadirkan para pembicara yang akan berbagi inspirasi tentang Borobudur dengan mengangkat tema “Borobudur is an inspiration of Humanity and Civilittation“.

Para Narasumber ini pasti sudah tidak usah diragukan lagi kompetensinya. Mereka diantaranya adalah , Hastho Bramantyo, Diane Butler, Yenny Wahid, I Made A Arsana, H. Syukriyanto M.Hum dan Romo G Budi Subanar SJ. Sedangkan Guest Speakers diisi oleh  Kyabje Dagri Rinpoche dari Serajey Monastic Universit, Bangalore, India.

BIC

BIC Dilaksanakan dari pukul 09.00 WIB yang dibuka dengan seremonial pembukaan dan kemudian dilanjutkan dengan sesi sampai dengan sesi empat, dan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB.

Banyak tanggapan positif dari para tamu undangan yang menyambut baik penyelenggaraan Konferensi Internasional Borobudur ini. Terlihat dari banyak k0mentar dan pertanyaan dari para peserta yang semakin mengerucutkan dan menguatkan tema yang diusung dalam ajang BIC ini.

Borobudur International Conference (BIC)

 

Untuk lebih menyemarakkkan suasana, ditampilkan juga olah vokal dari karyawan TWC yang sangat menghibur dan tampil prima hari itu. Sebelum sesi terakhir, ditampilkan juga sebuah sendratari kontemporer theatrikal yang menyuguhkan tarian dan sekaligus pesan untuk semua hadirin akan agungnya budaya yang penuh filosofi kehidupan sebagai wahana manusia mencapai kesempurnaan menuju sang khalik.

Borobudur secara kasatmata hanyalah setumpuk batu. Namun filosofi dibalik keberadaannya mampu menyadarkan manusia akan sang maha Cinta, Sang Maha Damai penguasa Alam Semesta. Candi Borobudur mampu menginspirasi dan membangkitkan semangat kepada semua untuk menebar kebaikan dan Perdamaian Dunia.

Akhirnya gelaran Borobudur International Conference ke-3 pada hari pertama di 2018 selesai dengan kesan mendalam dan harapan akan perdamaian dunia terutama negeri tercinta Indonesia. Semoga pesan-pesan perdamaian akan “beyond Borobudur” mampu ditangkap semua orang.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *