Asus Zenphone 4, Merek Pilihan Smartphone Pertamaku

Bicara tentang Asus Zenphone 4, mengingatkan saya kembali akan kenangan beberapa tahun yang lalu. Kenangan saat memilih Zenphone dari beberapa merek smartphone yang akan jadi smartphone android pertama yang saya miliki.

Asus Zenphone

Bagaimana Sampai akhirnya menjatuhkan pilihan ke Asus Zenphone 4 ini ?
Ceritanya waktu itu sedang heboh-hebohnya smartphone dengan kemampuan bagus dengan  RAM 1 GB.
Di pasaran beredar banyak merek dengan spesifikasi yang hampir-hampir mirip. Dari bahasa iklan-nya sih mereka menawarkan semua kelebihan yang dimiliki tanpa memperlihatkan kekurangannya (namanya juga iklan..hehe).

Langkah pertama, saya pun mulai mengumpulkan informasi semua handphone kelas menengah (maklum budget mepet), dari browsing sampai tanya-tanya ke teman dan dan langsung ke penjual smartphone. Rata-rata mereka merekomendasikan saya memilih merek smartphone yang sudah lama beredar dan ada di pasaran.

Hampir semua penjual dan teman yang saya tanya, pasti pilihannya ke merek smartphone yang sudah lama. “karena pemain lama, jadinya ya lebih terpercaya”, sambung mereka lagi untuk meyakikan saya.

Namun, dari rekomendasi-rekomendasi inilah justru membuat saya menjadi merasa tertantang untuk mencoba merek baru. Kenapa sih antipati dengan sesuatu yang baru ? siapa tahu lebih baik dari sisi teknologi dan lebih inovatif. Memang waktu itu Asus merupakan pemain dan pendatang baru dalam dunia smartphone dan saya tertarik dengan merek baru ini.

Mulailah saya mencari ulasan tentang smartphone dengan merek Asus. Baik sana balik sini akhirnya saya semakin yakin dengan Asus sebagai merek pilihan smartphone pertama saya.

Kenapa saya lebih cenderung memilih ASUS ?
Sudah lama saya percaya dengan merek ini untuk memenuhi kebutuhan komputasi di pekerjaan. Ya, ASUS lebih dulu populer dan handal di dunia perangkat keras komputer.

Pengalaman menggunakan laptop dan perangkat keras asus yang lain inilah yang menggelitik saya untuk juga mencoba produk smartphone-nya. Selama ini Laptop ASUS yang saya gunakan secara full time dalam pekerjaan, tidak pernah bermasalah dan terhitung handal. Handalnya inilah yang membuat saya mantab memilih smartphone ASUS.

Mulailah saya mencari seri Asus apa yang sesuai dengan harapan, dan tentu saja disesuaikan dengan budget. Diantara beberapa seri Zenphone, saya menjatuhkan pilihan pada Asus Zenphone 4C.

Kenapa ? Dari disain luar saya langsung suka dengan tampilannya yang terlihat elegan dan berkelas. yang kedua, saya lebih memilih seri ini karena ukuran layar tidak terlalu besar. Saya lebih suka smartphone yang mudah dibawa, terutama yang bisa masuk saku baju.

Pertimbangan berikutnya, karena pada masanya (saat itu), smartphone dengan spesifikasi serupa Asus Zenphone 4 dijual dengan harga lebih tinggi.

RAM yang 1 GB saya rasa cukup untuk mendukung pekerjaan dan memainkan game yang tidak terlalu berat (rata-rata HP waktu itu memiliki RAM 512 dan sedikit yang 1 GB). Kenapa tidak memilih zenphone dengan RAM 2 GB ? Pertimbangan utamanya adalah budget. Smartphone dengan RAM 2 GB dengan spesifikasi sama, waktu itu selisihnya harganya bisa banyak sekali.

Dari informasi yang saya dapatkan, akhirnya saya pun pergi ke warung….eh ke outlet penjual handphone dan saya langsung tunjuk Asus Zenphone 4, Walau penjual menawarkan merek lain, tetap saya tolak. Mantab sudah Zenphone 4 dengan casing putih yang akan jadi smartphone pertama saya. Waktu itu saya harus mengeluarkan uang Rp. 1,3 jt untuk dapat membawanya pulang.

Satu kelemahan yang saya rasakan waktu menggunakannya adalah panas yang ditimbulkan saat full load menjalankan aplikasi berat atau game. sangat terasa di telapak tangan. Bahkan jika sudah terlalu panas, handphone ini bisa restart sendiri. Namun masalah panas ini tidak terjadi saat pemakaian normal.

Tapi di lihat secara keseluruhan, kinerjanya cukup baik dan bisa diandalkan untuk mendukung pekerjaan, komunikasi dan hiburan.

Saat ini saya sudah ganti lagi merek smartphone namun kenangan menggunakan Asus Zenphone 4 tetap masih melekat.

Nah itulah sedikit cerita tentang smartphone pertamaku. Apa Smartphone pertamamu ? yok sharing..

 

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *