12 prinsip animasi beserta contohnya

12 prinsip animasi adalah prinsip-prinsip dasar dalam pembuatan animasi yang harus dipatuhi oleh para animator agar animasi yang dihasilkan tampil natural, alami dan berkualitas.

Namun yang paling penting sebelum seorang animator menguasai dan menerapkan 12 prinsip animasi ini, para animator mutlak harus menguasai ketrampilan menggambar atau solid drawing terlebih dahulu.

Sekalipun mereka animator 3 dimensi atau yang menggunakan komputer, ketrampilan dan pengetahuan tentang  menggambar akan mendukung serta mampu memberikan kekuatan ketika para animator menciptakan karya animasi.

Kelebihan dan kekuatan itu antara lain adalah  kemampuan membaca, menganalisa dan mewujudkannya dalam karya animasi tentang volume objek, cahaya, bayangan, serta bobot.

12 prinsip animasi

Kapan dan oleh siapa 12 Prinsip Animasi dibuat ?

12 prinsip animasi ini pertama kali diperkenalkan oleh Ollie Johnston dan Frank Thomas, kedua orang ini merupakan animator senior Walt Disney.  Ke 12 Prinsip animasi ini awalnya merupakan catatan berdasar pengalaman selama menjadi animator yang kemudian ditulis dalam bentuk buku yang berjudul “The Illussion of life” Disney Animation.

Baca Juga : 3 macam animasi berdasarkan jenis dan metode pembuatannya

Ke 12 Prinsip animasi ini berfungsi sebagai acuan para seniman animasi untuk membuat animasi yang mirip dengan gerakan nyata sebuah objek. Objek yang di animasikan berupa Manusia, binatang maupun benda. Juga penjelasan dan pengaplikasian kepribadian serta ekspresi karakter.

Ke 12 prinsip animasi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Timing (Waktu)
    Prinsip Animasi Timing atau pengaturan waktu akan menentukan sebuah gerakan terlihat alami atau tidak. Misalkan gerakan berjalan, berlari, memukul, bola memantul dan sebagainya. Prinsip Animasi Timing lebih kepada sinkronisasi antara elemen-elemen animasi. Prinsip ini adalah yang paling banyak di gunakan di dalam pembuatan gerakan animasi

    12 prinsip animasi
    image by : bruce blitz – How To Draw Cartoon
  2. Ease In dan Ease Out (Percepatan dan Perlambatan)
    Prinsip Ease in dan Ease Out ini juga prinsip yang termasuk penerapannya paling banyak digunakan dalam animasi. Contoh penerapannya adalah animasi bola di lempar ke atas. Kecepatan bola saat pertama dilempar dan hampir mencapai ketinggian maksimal sebelum kembali jatuh akan berbeda. Bola keatas harus semakin lambat, sedangkan saat jatuh kembali harus semakin cepat.
    Demikina juga dengan gerakan yang lain, misalnya mobil yang hendak berjalan dan hendak berhenti. Tidak bisa kan sebuah mobil berjalan langsung kencang dan langsung berhenti ?
    12 prinisp animasi - ease in and ease out
  3. Arcs (Lengkungan)
    Di dunia nyata banyak benda, hewan, tumbuhan dan manusia bergerak tidak secara garis lurus. Peluru yang ditembakkan saja pasti tidak akan lurus, dan akan kembali jatuh ke tanah.
    Saat kita berjalan, lambaian tangan kita pasti akan bergerak membentuk lengkungan yang bersumbu pada bahu kita. Bola mantul juga memperlihatkan gerakan Arc. So, apa yang tidak melengkung gerakannya di dunia ini ?
    12 prinsip animasi - arcs
  4. Follow Through and Overlapping Action (Gerakan penutup sebelum benarbenar diam)
    Prinsip ini menggambarkan perilaku benda atau karakter yang terjadi sebelum menyelesaikan suatu
    tindakan. Contohnya ketika seorang melempar bola.  Gerakan setelah melempar bola adalah mimik muka senang. disertai gerakan baju dan rambut yang bergerak akibat gerakan melempar bola tersebut.
    So, animasi tidak hanya dibuat sekedar bergerak, namun membuatnya hidup dengan banyak hal detail yang menyertainya.
    12 prinsip animasi
  5. Secondary Action (Gerakan Pelengkap)
    Gerakan ini merupakan gerakan pelengkap dari karakter yang kita buat. Misalnya, saat sebuah karakter wanita berambut panjang menoleh dengan tiba-tiba, tidak hanya kepalanya saja yang bergerak tetapi diikuti dengan rambutnya yang ikut bergoyang akibat gerakan kepala.
    Contoh lain adalah seekor anjing berlari dengan ekor yang ikut naik turun mengikuti lompatan si anjing.
    prinsip animasi secondary action
  6. Squash and Strecth (Kelenturan suatu objek)
    Prinsip animasi Stretch and Squash ini berfungsi untuk membuat sebuah karakter terlihat lentur. Dalam beberapa animasi, prinsip stretch and squash akan membuat kesan luwes.
    Contoh penerapannya adalah : Sebuah bola akan jadi gepeng saat jatuh kebawah dan memanjang saat dia melompat lagi keatas. hal ini dapat membuat kesan bahwa bola ini terbuat dari karet. Atau adegan karakter yang melompat.
    12 prinsip animasi - stretch and squash
  7. Exaggeration (Melebih-lebihkan)
    Prinsip Animasi Exaggeration adalah prinsip yang melebih-lebihkan dalam sebuah Animasi. Bahkan gerakan atau ekspresi karakternya bisa dibuat ekstrim atau sangat berlebihan. Apalagi ditunjang dengan musik atau suara latar belakang.
    Contohnya adalah : Adegan Orang terkejut yang digambarkan dengan mata besar  membelalak yang sampai keluar dari kelopak mata.

    prinisp animasi exaggeration
    image by : bruce blitz – How To Draw Cartoon

     

  8. Straight Ahead and Pose to Pose
    Prinsip Straight-ahead mengacu kepada teknik pembuatannya, yaitu dengan teknik frame
    by frame, digambar satu per satu. Walt Disney adalah perusahaan animasi besar yang mempekerjakan ratusan animator dari berbagai negara, pada awalnya bahkan sampai sekarang masih menggunakan teknik ini, sehingga animasi menjadi sangat detil dan halus.
    Pose to pose menggunakan teknik keyframe, seperti tween motion di flash.
    pose to pose
  9. Anticipation ( Gerakan Pendahulu )
    Prinsip animasi Anticipation adalah prinsip yang digunakan untuk menggambarkan sebuah ancang-ancang karakter sebelum melakukan gerakan.
    Contoh prinsip animasi anticipation adalah gerakan karakter atau orang meloncat. Dia tidak langsung terbang melompat, tetapi pasti ada ancang-ancang nya dulu, misalnya badan menunduk dan sedikit condong kedepan.
    12 prinsip animasi
  10. Staging (Bidang Gambar)
    Prinsip animasi Staging berfungsi mengatur tata letak dan sudut pengambilan gambar daari semua elemen di dalam animasi yang dibuat. Penempatan di atas panggung (stage) ini juga tergantung dari suasana dan cerita animasi yang dibuat.
    Misalnya animasi sedih, pasti akan di close up, bukan diambil dari jarak jauh. Contoh lain, ada 4 orang karakter dalam satu adegan, bagaimana kamera mengambil dan dari sudut mana ketika digambarkan mereka sedang diskusi seru.

    prinsip animasi staging
    image by : bruce blitz – How To Draw Cartoon

     

  11. Personality (Penjiwaan Karakter)
    Prinsip animasi personality adalah pendalaman sebuah karakter yang kemudian di terapkan dalam gerakan. Prinsip ini akan membuat sebuah karakter terlihat memiliki kepribadian yang kuat.
    Contoh : Dalam animasi ada karakter jahat dan karakter baik. Animator yang baik akan mampu menggambarkannya dalam cara bergerak, berbicara dan tingkah lakunya sehingga penonton mampu mengenali karakter tersebut dengan cepat.

    12 prinsip animasi
    image by : bruce blitz – How To Draw Cartoon

     

  12. Appeal (Daya Tarik Karakter)
    Daya tarik karakter tersebut harus mampu mempengaruhi emosi penonton.
    Contoh dari Prinsip animasi Appeal misalnya: Karakter yang sengaja dibuat bertampang bodoh sehingga membuat penonton tertawa atau wajah culun atau lugu yang akan membuat penonton merasa kasihan.

    personality
    image by : bruce blitz – How To Draw Cartoon

Demikian Ke dua belas prinsip animasi yang menjadi pegangan para animator dalam berkarya. Prinsip-prinsip animasi tersebut harus dikuasai seorang animator dan menerapkan dalam karya-karya nya. jadi Animasi akan terlihat alami dan tidak asal bergerak saja.

 

No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *