Nonton Pertunjukan Sendratari Ramayana di Candi Prambanan

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. kamis, 19 mei 2016 saya bersama keluarga akhirnya jadi nonton Sendratari Ramayana di kompleks Candi Prambanan Yogyakarta. Berangkat dari rumah sekitar pukul 19.15 dan sampai di tempat pementasan sekitar pukul 19.30. Wuih..penontonnya buanyaak. area parkir penuh sesak dengan kendaraan roda 2 dan roda 4. belasan bus wisata berjejer ikut menambah ramai tempat parkir.

kamipun masuk ke panggung terbuka pementasan Ramayana. Panggung di set di tengah penonton yang duduk mengelilingi panggung membentuk setengah lingkaran. Hari itu cuaca cerah sehingga pementasan di laksanan di Area Panggung terbuka. Setting panggung ini yang membuat lain dari yang lain. Dengan latar belakang Candi Prambanan yang berdiri kokoh dan megah membuat suasana begitu berbeda.

panggung ramayana

Menurut informasi dari pengelola pementasan Sendratari Ramayana ini berawal dari gagasan GPH Djatikoesoemo yang menginginkan pariwisata di Indonesia khususnya Yogyakarta terkenal di dunia.
Sendratari Ramayana berkisah tentang Rama yang berusaha menyelamatkan Shinta istrinya yang diculik oleh Rahwana raja Alengka. Pertunjukan Ramayana ini merupakan penggabungan seni tari dan drama yang berlangsung tanpa percakapan atau dialog

Pementasan Sendratari Ramayana pun dimulai. Karena penonton sendratari ini tidak hanya turis lokal, tapi juga dari mancanegara, maka narasi dibacakan dengan dua bahasa. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Sendratari Ramayana

Gending gamelan pengiring pun mulai berbunyi. Cerita Rama & Shinta pun di mulai. Kami dibuat terpesona dengan indahnya tarian dan adegan yang ditampilkan. Dimulai dari adegan Rama & shinta yang sedang berdua, Shinta diculik oleh Rahwana, sampai dengan Hanoman sebagai utusan Rama membakar alengka. Nah Adegan “Hanoman Obong” inilah yang membuat semua penonton bertepuk tangan. Hanoman melompat kesana kemari membakar Alengka. Dalam pertunjukan ini digunakan api betulan, sehingga api ada di mana-mana. saat Hanoman membakar sebuah bangunan, api pun menjulang tinggi, bahkan panasnya terasa sampai ke penonton. Luar Biasa !
Saat penonton masih terpesona dan menunggu adegan apa berikutnya, babak pertama di akhiri.

Hanoman obong

Setelah istirahat sekitar 10 menit, babak kedua dimulai.
Tak kalah seru adegan-adegan di babak kedua ini. Menceritakan tentang perjuangan Rama dalam merebut kembali Shinta dari Rahwana. Dalam pertempuran ini banyak korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Jatayu, Seekor burung sakti yang sangat setia berusaha merebut Shinta dari Rahwana. Namun Sayang Jatayu kalah dan terbunuh. Dari pihak Alengka pun ada Kumbakarna yang juga terbunuh dalam peperangan. Ada yang menarik dari tokoh Kumbakarna ini. Dia seorang raksasa, adik dari rahwana. Tetapi perangai dan tabiatnya bertolak belakang dengan kakaknya Rahwana. Kumbakarna menyediakan diri ikut berperang, tetapi bukan untuk membela kakanya, tetapi untuk membela Negaranya alengka.

Diceritakan saat Kumbakarna terbunuh, dia di jemput oleh puluhan bidadari dari surga dengan cahaya putih menyejukkan. Dalam cerita ini ingin dikisahkan bahwa Kumbakarna adalah seorang yang berhati bersih walau wujud raganya raksasa dengan wajah seram. Begitu juga dengan Jatayu yang dengan segenap Jiwa raga setia sampai akhr. Suasana begitu hidup dan menyeret penonton untuk masuk dalam kisah ramayana ini. Didukung dengan pencahayaan, gamelan dan tembang yang kadang terdengar sendu.

Pertunjukan dengan kisah yang sarat makna dan pengajaran ini berakhir setelah Rama berhasil mengalahkan Rahwana dan mendapatkan kembali shinta.

Satu lagi yang menarik saat pertunjukan usai. para pemain Sendratari Ramayana ini semua naik ke panggung dan para penonton dipersilahkan mendekat dan berfoto dengan para penari. Yang paling laris diserbu tentu saja Tokoh Rama dan Shinta.

Rama Shinta

Puas berfoto, sayapun pulang dengan perasaan luar biasa. Banyak pelajaran tentang nilai kehidupan yang bisa dibawa pulang dari kisah di Sendratari Ramayana ini.
Satu aset wisata Yogyakarta yang wajib untuk ditonton saat anda singgah di kota gudeg Yogyakarta.

 

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *