Paskibraka dan semangat Nasionalisme generasi muda Indonesia

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)

Beberapa saat lalu, saat upacara peringatan Kemerdekaan 17 Agustus 2016 yang diselenggarakan di Istana negara, saya hanya berkesempatan menyaksikannya lewat tayangan televisi.

Saat yang sangat saya tunggu adalah detik-detik ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mulai menjalankan tugasnya. Hati dan jiwa patriotisme saya membuncah seketika ketika saya melihat anak-anak muda ini. Betapa tidak ? Usia Mereka masih terbilang belia tetapi mereka mampu melewati tahapan ketat dan pelatihan keras untuk sampai ke titik ini. mental dan fisik pasti sudah sangat siap.

Anak-anak muda ini adalah contoh bagi setiap warga negara terutama generasi muda. Nasionalisme dan patriotisme dibentuk tidak dengan proses yang instant. Jiwa inilah yang mesti dipupuk sejak dini, karena Nasionalisme inilah yang akan menjadi benteng pertahanan pertama untuk melawan radikalisme dan terorisme.

Paskibraka 2016
Foto by bintang.com

Saat-saat mereka berjanji setia kepada Tanah air dengan diakhiri mencium bendera membuat kita semua merinding menyaksikannya. Wujud dari cinta tanah air dan keyakinan terhadap Sang Khalik tergambar di sini. Teringat kata-kata seorang tokoh nasional yang mengatakan bahwa sebagai umat beragama, kita harus 100 persen beragama dan 100 persen Indonesia.

Ada masa-masa di karantina yang pasti menggembleng semua sisi fisik dan mental para pengibar bendera pusaka ini. Dari seluruh penjuru tanah air mereka bersatu jiwa dan raga hanya untuk satu tujuan “Jayalah Indonesiaku”. Satu sisi yang membuat saya iri karena saya tidak pernah memiliki kesempatan merasakannya.

Harapan untuk Indonesia lebih baik mucul saat melihat mantabnya mereka berbaris dan mengibarkan bendera lambang kebanggaan negeri ini Indonesia dengan mantab, sangat sempurna tanpa kesalahan sedikitpun. Harapan untuk melihat Negeri yang makmur, gemah ripah loh jinawi, negeri yang damai tentram karta raharja, harapan untuk merasakan kedamaian sepenuhnya tanpa sekat agama, golongan dan suku semakin terasa nyata.

Semoga ini tidak hanya menjadi optimisme semu, tetapi terwujud nyata karena Tuhan memberkahi kita umat Indonesia yang senantiasa dengan kesungguhan hati menjaga alam ciptaannya dan selalu memiliki rasa welas asih terhadap sesamanya.

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *