“Pager” sebuah benda ajaib symbol prestise di tahun 90 an

Pada Tahun 90-an teknologi komunikasi belumlah seperti sekarang ini. Waktu itu orang punya Handphone sudah dianggap luar biasa. Handphone adalah sebuah benda prestisius dan hanya kalangan tertentu saja yang sanggup memilikinya karena harganya yang mahal.

Maka kemudian tersedia alternatif lain selain memiliki Handphone. Ada sebuah alat yang bernama Pager (Baca: pejer). Alat komunikasi ini berbentuk kotak, memiliki 3 tombol dengan layar LCD yang dapat menampilkan tulisan 1 sampai 4 baris. Alat ini berguna untuk menerima pesan berbentuk tulisan.

PagerImage by : id.wikipedia.org_

Cara kerjanya mirip dengan ketika kita berkirim SMS. Tetapi alat ini hanya bisa menerima pesan saja. Untuk membalas pesan, kita harus telpon ke operator agar di kirimkan pesan ke orang yang telah mengirim pesan ke kita. Dan untuk telepon ke operator kita harus ke wartel terdekat. Ribet ? Yah itulah teknologi jaman itu.

Walau ribet dan hanya komunikasi satu arah saja, Pager atau orang menyebutnya dengan istilah “Radio Panggil”, sempat menjadi trend karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan handphone.

Pada waktu itu, pager menjadi sebuah symbol sosial. Anak muda merasa keren saat kemana-mana membawa pager. Apalagi saat pager berbunyi dan jadi perhatian banyak orang.

Setiap perangkat ini dilengkapi dengan ID yang terdiri atas 7 digit angka. ID ini semacam nomor telepon yang diinject pada pager. Untuk ganti ID, kita harus datang ke teknisi.

Kalau dilihat jaman sekarang, perangkat ini adalah alat komunikasi dengan teknologi kuno. Namun inilah cikal bakal teknologi handphone yang kita pakai sekarang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *