belajar dari driver ojek online untuk menjadi semakin sabar dan rendah hati

Dalam hidup ini, tidak jarang kita sebagai manusia merasa bahwa hidup itu berat. Penuh tantangan dan tidak jarang pula yang akhirnya putus asa, mengeluh dan bahkan umpatan menjadi menu sehari-hari. sabar dan rendah hati tidak lagi nampak dalam setiap pribadi. Terlalu mudah mengeluh untuk hal-hal yang sebenarnya masih dapat dilakukan dengan sedikit usaha.

Sebagian orang mungkin tidak terlalu aware dengan kehidupan di sekelilingnya. Hal ini menurut saya menjadi salah satu penyebab semua ini. Ego akan naik semakin kuat dari hari kehari, kesusahan dan kesedihan seolah-olah hanya milik diri sendiri. Kesabaran dan kerendah hatian menjadi semakin menjauh.

Bagaimanapun kita sebagai makhluk sosial harus selalu berinteraksi dan membuka komunikasi kepada orang lain. Selain dapat menjadi sarana hiburan (refreshing), juga akan menjadi kebiasaan sehat bagi kita agar lebih mampu menerima kondisi dan keadaan kita bahwa ada sesama yang juga masih dan tetap berjuang untuk hidup. kita tak pernah tahu seberapa berat pengorbanan yang dilakukan orang lain untuk sekedar bertahan hidup.

Seperti dilansir tribunnews.com pada Kamis, 19 Oktober 2017 19:27 WIB, tentang seorang driver ojek online yang kedapatan tertidur di sebuah emperan toko. Seorang ibu-ibu yang sudah tidak lagi muda, berjuang untuk keluarganya. Begitu besar cinta kasih dan keinginannya untuk membahagiakan serta memenuhi kebutuhan keluarga, menjadikannya tidak lagi peduli dengan dirinya sendiri.

Pengemudi ojek online
Image by : tribunnews.com

Kebutuhan ideal sudah tidak lagi menjadi prioritas. Asal ada sesuatu yang bisa mengganjal perut, dan sekedar merebahkan badan untuk sejenak beristirahat sudah cukup baginya.

Cerita tentang driver ojek online ini menjadi viral dan mengundang banyak simpati dari para netizen.

Tidakkah ini juga menyentuh dan menginspirasi kita semua? Begitu banyak beban yang harus disandang orang lain, yang mungkin melebihi hal terberat yang pernah kita lakukan. Kalau ini mampu kita sadari, maka saya yakin kita akan menjadi manusia-manusia yang kuat, sabar dan sekaligus rendah hati.

Belajar tidak harus di pendidikan formal. Dunia ini adalah tempat yang tepat untuk kita selalu belajar memenuhi diri kita dengan hal-hal positif. Belajar memaknai hidup untuk lebih tegar dan sabar, tidak selalu memandang ke atas tapi juga ke bawah. Karena banyak sesama kita yang dalam keterbatasannya masih harus berjuang lebih keras daripada kita.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *